Pelatih Asal Kepri Antarkan SIGS Band Johor Raih Prestasi di Asian Music Games 2026

Disbudpar Kota Batam – Kiprah pelatih marching band asal Kepulauan Riau, Dody J. Purnama, kembali mencatat prestasi di tingkat internasional. Sebagai Head Coach SIGS Band dari Sultan Ibrahim Girls School (SIGS), Johor Bahru, Malaysia, Dody berhasil mengantarkan anak didiknya meraih sejumlah penghargaan dalam Asian Music Games 2026 di Kuala Lumpur.
Kompetisi pancaragam tersebut berlangsung pada 9 hingga 13 September 2026 dan diikuti peserta dari berbagai kelompok marching band. Dalam ajang tersebut, SIGS Band tampil di sejumlah nomor pertandingan dan berhasil membawa pulang sederet gelar pada tingkat nasional maupun internasional.
Pada kategori Colour Guard Solo-Kebangsaan, Tengku meraih juara pertama, sementara Ariana menempati posisi ketiga. Prestasi lainnya diraih pasangan Fareesa dan Kasih Suci yang memperoleh juara ketiga pada kategori Colour Guard Duo-Kebangsaan.
SIGS Band juga mencatat hasil positif pada kategori percussion dan brass. Ima Percussion-Kebangsaan meraih juara kedua, sedangkan Ima Brass-Kebangsaan menempati posisi ketiga. Untuk kategori Ima Colour Guard-Kebangsaan, tim tersebut berhasil meraih peringkat keenam Gold Level.
Dua prestasi lainnya datang dari kategori Solo Tenor-Kebangsaan. Aisy Zahra berhasil meraih juara kedua, sedangkan Farra Amani menempati posisi ketiga.
Hasil menonjol kemudian diraih SIGS Band pada nomor Marching Street Parade-Kebangsaan. Tim tersebut berhasil menjadi juara Senior Division sekaligus membawa penghargaan Best Colour Guard, Best Winds, Best Uniform dan Best Female Drum Major.
Pada tingkat internasional Asian Music Games, SIGS Band juga berhasil meraih peringkat ketiga untuk Marching Street Parade.
Prestasi berlanjut pada nomor Marching Field Show. Di tingkat kebangsaan, SIGS Band memperoleh Gold Award serta penghargaan Best Colour Guard dan Best Uniforms. Sementara di panggung Asian Music Games, mereka kembali meraih Gold Award untuk kategori Marching Field Show.
Dody mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses latihan yang panjang dan konsisten. Persiapan tidak hanya berfokus pada kemampuan bermusik, tetapi juga pembentukan kekompakan, kedisiplinan dan mental para anggota tim.
Menurutnya, setiap penampilan yang berhasil meraih penghargaan merupakan hasil dari proses latihan yang dilakukan berulang kali. Berbagai evaluasi dan koreksi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari persiapan menghadapi kompetisi.
“Di Asian Music Games 2026, kerja keras itu akhirnya berbicara. Hasilnya bukan hanya satu gelar, tetapi rangkaian prestasi yang membanggakan di tingkat nasional dan internasional,” ujar Dody.
Bagi Dody, keberhasilan SIGS Band bukan semata-mata tentang jumlah penghargaan yang diperoleh. Lebih jauh, marching band menjadi sarana untuk membentuk karakter generasi muda.
Ia menilai latihan marching band mengajarkan anggota untuk memiliki disiplin, tanggung jawab dan keberanian menghadapi tekanan. Kekompakan juga menjadi hal penting karena setiap anggota memiliki peran yang saling berkaitan dalam sebuah penampilan.
“Saya mengajarkan disiplin, mengajarkan tanggung jawab, mengajarkan keberanian menghadapi tekanan. Dan yang paling penting, mengajarkan bahwa satu individu tidak akan pernah lebih besar daripada sebuah tim,” katanya.
Dody yang juga menjabat Ketua Induk Olahraga (Inorga) Drumband KORMI Kota Batam tersebut berharap pencapaian ini dapat menjadi motivasi bagi generasi muda di Kepulauan Riau untuk terus mengembangkan kemampuan dan berani berkompetisi hingga tingkat yang lebih tinggi.
Menurutnya, perjalanan seorang atlet maupun pelatih membutuhkan proses panjang. Prestasi yang diperoleh di arena pertandingan merupakan hasil dari konsistensi, latihan dan kemauan untuk terus memperbaiki diri.
“Bagi seorang pelatih, juara bukanlah garis akhir. Juara adalah bukti bahwa perjuangan telah berhasil mengubah potensi menjadi prestasi dan latihan menjadi legacy,” ujarnya.
Sebelumnya, Dody J. Purnama juga telah mencatat sejumlah pengalaman di tingkat nasional. Ia pernah membawa atlet tampil pada Fornas/Festival Olahraga Nasional Jawa Barat 2023 dan meraih satu medali perunggu, dengan kontingen Kepri menempati peringkat ketujuh nasional.
Selain itu, Dody dipercaya menjadi satu-satunya juri perwakilan Kepulauan Riau pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumatera Utara 2024.
Capaian di Asian Music Games 2026 menambah catatan perjalanan Dody dalam mengembangkan olahraga dan seni marching band, sekaligus menunjukkan bahwa talenta dari Kepulauan Riau dapat mengambil bagian dalam pembinaan prestasi di tingkat regional Asia.
The post Pelatih Asal Kepri Antarkan SIGS Band Johor Raih Prestasi di Asian Music Games 2026 first appeared on Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam.









