P3AI Kepri Resmi Dilantik, Akupresur Didorong Jadi Daya Tarik Wisata Kebugaran Batam

Disbudpar Kota Batam – Pengurus Perkumpulan Persaudaraan Pelaku dan Pemerhati Akupresur Indonesia (P3AI) Wilayah Kepulauan Riau (Kepri) periode 2025–2030 resmi dilantik pada Sabtu (17/1/2026). Pelantikan ini dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat pengembangan akupresur sebagai bagian dari wisata kebugaran (wellness tourism) di Kota Batam dan wilayah Kepri.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, menyampaikan bahwa kehadiran P3AI Kepri diharapkan dapat memperluas ragam produk pariwisata, khususnya yang berorientasi pada kesehatan dan relaksasi.
Menurutnya, layanan akupresur yang profesional, berkualitas, dan tersertifikasi memiliki peluang besar untuk dikolaborasikan dengan sektor pariwisata. Akupresur dapat menjadi pelengkap aktivitas wisata, baik setelah berbelanja, berwisata bahari, maupun kegiatan lainnya.
“Akupresur sangat potensial dimasukkan ke dalam paket perjalanan wisata. Wisatawan tidak hanya menikmati destinasi, tetapi juga memperoleh pengalaman relaksasi dan kebugaran. Ini sejalan dengan penerapan Sapta Pesona serta upaya meningkatkan daya saing pariwisata Batam,” ujar Ardiwinata.
Ia juga mengucapkan selamat kepada jajaran pengurus P3AI Kepri yang baru dilantik, serta berharap organisasi ini mampu menjalankan amanah dengan semangat persaudaraan, profesionalisme, dan komitmen dalam mendukung pengembangan pelayanan kesehatan tradisional.
Sementara itu, perwakilan Dinas Kesehatan (Dinkes) menegaskan bahwa akupresur merupakan bagian dari pelayanan kesehatan tradisional yang berperan penting dalam upaya promotif dan preventif kesehatan masyarakat. Pemerintah daerah terus mendorong agar layanan tersebut berkembang secara aman, bermutu, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pemda juga berharap P3AI Kepri dapat menjadi mitra strategis dalam peningkatan kompetensi terapis, edukasi masyarakat, serta menjaga etika dan standar pelayanan guna menjamin keselamatan pasien dan meningkatkan kepercayaan publik.
Ketua P3AI Kepri, Gusry Sawadi, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pelantikan pengurus. Ia menjelaskan bahwa akupresur merupakan metode kesehatan yang bermanfaat dan relatif mudah diterapkan melalui teknik penekanan pada titik-titik tertentu di tubuh.
Menurutnya, pengembangan akupresur tidak hanya berdampak pada peningkatan kesehatan masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan lapangan kerja bagi para praktisi.
“Ke depan, kami akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Disnaker, Dinsos, Dinas Pariwisata, serta perangkat daerah lainnya. Tujuannya agar akupresur dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat dan menjadi sumber penghidupan yang layak bagi para terapis,” ungkap Gusry.
Ia berharap kepengurusan P3AI Kepri periode 2025–2030 mampu menghadirkan program-program inovatif yang selaras dengan visi pembangunan daerah, serta berkontribusi dalam mewujudkan Batam sebagai destinasi unggulan yang tidak hanya dikenal dengan wisata belanja dan bahari, tetapi juga layanan kesehatan tradisional yang berkualitas.
The post P3AI Kepri Resmi Dilantik, Akupresur Didorong Jadi Daya Tarik Wisata Kebugaran Batam first appeared on Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam.









