Pembentukan Kader Jumantik Cilik : Pemberantasan Jentik Massal Terpadu (PEJEM MATA)


Puskesmas Tiban Baru aktif membentuk Kader Jumantik Sekolah (Juru Pemantau Jentik) untuk mencegah DBD dengan melibatkan siswa sebagai agen perubahan. Melalui pelatihan oleh tenaga kesehatan, siswa diajarkan memeriksa jentik nyamuk di sekolah, melakukan 3M Plus, dan menjadi pelopor kebersihan lingkungan untuk menciptakan sekolah bebas jentik.
- Tujuan: Meningkatkan Angka Bebas Jentik (ABJ) di sekolah, mengurangi kasus DBD sejak dini, dan membentuk perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
- Aktivitas Utama: Siswa dilatih mengenali jentik nyamuk Aedes aegypti, memeriksa tempat penampungan air, dan melaporkan temuan kepada guru pendamping setiap minggu.
Pada kali ini, tim dari Puskesmas Tiban Baru, Yustika Rini, SKM (Sanitarian) dan Dianita Putri Pratiwi, SKM (Promkes) turun ke salah satu SD di wilayah kerja Puskesmas, yaitu di SDN 006 Sekupang. Kegiatan diawali dengan pemaparan materi tentang DBD dan pencegahannya dan tanya jawab. 14 siswa yang ditunjuk menjadi kader jumantik cilik terlihat antusias, terlihat dengan adanya partisipasi aktif dari 3 pertanyaan yang diajukan.
Setelah itu, dilanjutkan dengan praktik lapangan memeriksa jentik di beberapa tempat yang berpotensi menjadi sarang perkembang biakan nyamuk perantara penyakit DBD ini Aedes Aegypti, yaitu di WC/toilet, alas pot tanaman, pecahan botol, ban bekas, dispenser, dll.
Lebih lanjut hal ini juga dilakukan untuk upaya pencegahan penyakit demam berdarah (DBD) di lingkungan sekolah, yaitu dengan cara mendeteksi dan mencegah penyebaran penyakit DBD, meningkatkan kesadaran siswa tentang bahaya DBD, pelaksanaan 3M Plus, dan meningkatkan PHBS di sekolah. (21/01/2026)

















